Pesona Pantai Perawan

Pesona Pantai Perawan

Berbicara mengenai pantai, tentunya yang ada dalam benak kita adalah suasana indah dan damai dengan gemuruh obak menyisir hamparan pasir nan luas. Ya, itulah gambaran pantai yang kita harapkan. Bukan pantai yang kotor dan dipenuhi dengan sampah.

Seperti yang kita tahu, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih sangatlah rendah. Tidak jarang kita menjumpai orang yang membuang sampah sembarangan bahkan di pantai sekalipun. Oleh karena itu, sering sekali kita menjumpai sampah yang berserakan di sepanjang jalur pantai. Tentu perilaku ini dapat mengurangi keindahan pantai itu sendiri.

Umumnya, kita pergi ke pantai dengan harapan akan menikmati suasana indah dan damai dengan hamparan pasir pantai yang bersih. Akan tetapi, nampaknya untuk beberapa pantai di Indonesia akan sulit kita jumpai suasana seperti itu, jika melihat perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab itu.

Tapi jangan khawatir! Pantai Perawan mungkin akan mengobati kerinduan kawan-kawan akan suasana pantai yang alami tersebut.

Ya, Pantai Perawan merupakan salah satu pantai yang masih sangat alami dan jarang di kunjungi wisatawan. Terletak di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Pantai Perawan menyimpan keindahan yang alami dari sebuah pantai. Sesuai dengan namanya, keindahan Pantai Perawan seolah olah tersembunyi dari khalayak banyak.

Pantai Perawan memiliki tampilan pantai yang indah dengan bentuk cekung memanjang. Bentuk pantai yang cekung ini memberikan kesan seolah-olah terlihat diapit oleh dua teluk yang berbeda.

Agak aneh memang, kenapa pantai seindah itu memiliki pengunjung yang sangat sedikit. Ini membuktikan bahwa, jumlah pengunjung yang sedikit bukanlah patokan keindahan sebuah pantai. Untuk menuju ke pantai ini memanglah tidak mudah. Tidak heran jika Pantai Perawan jarang dikunjungi.

Pantai Perawan memiliki pasir pantai yang luas menghampar sejauh 2 km. Dengan pasir putihnya yang menawan, menjadikan pantai ini semakin terlihat mempesona. Karena sedikitnya jumlah pengunjung di pantai ini, sangat sering kita menjumpai kepiting-kepiting dan hewan laut lain berlalu lalang di sepanjang pantai. Keindahan Pantai Perawan tidak berhenti sampai disitu saja, ia diwarnai dengan berbagai pepohonan yang tumbuh hijau disepanjang pinggiran pantai tersebut. Dengan semua tampilan tersebut, keperawanan Pantai Perawan semakin nampak terasa.

Yang menjadi semakin menarik perhatian pengunjung adalah biaya masuk yang dikenakan untuk para wisatawan. Untuk para wisatawan yang ingin menikmati pantai ini, mereka tidak dipungut biaya sepeser pun alias GRATIS. Menarik bukan?

Malang memang memiliki wisata yang potensial, termasuk wisata pantai. Malang, terutama kabupaten Malang masih memiliki banyak pantai yang belum banyak terjamah oleh wisatawan, salah satunya adalah pantai Perawan.

Sebagai informasi, Pantai Perawan memiliki tiga nama yang berbeda. Ketika nama itu adalah  Pantai Tambakasri, Pantai Sidoasri, dan yang terakhir yaitu Pantai Perawan. Dikenal dengan Pantai Tambaksari, karena pantai ini merupakan bagian dari desa Tambaksari. Sedangkan nama Sidoarsi sendiri merupakan dampak pemekaran wilayah pantai yang menjadi wilayah dari desa Sidoarsi. Jadi jangan heran jika kita mendengar Pantai Perawan dengan tiga versi yang berbeda. Seperti halnya palsafah Indonesia, berbeda tapi satu. Begitupun dengan Pantai Perawan, walaupun namanya berbeda tapi tetap satu pantai.

Nah, untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Perawan ini, kami telah menyiapkan opsi perjalan untuk dapat sampai ke pantai tersebut. Sederhananya, pantai ini terletak terletak di desa Sumberasri, kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Jika kita mengambil titik pemberangkatan dari kota Malang, kita bisa mengikuti petunjuk arah menuju pantai Sendangbiru. Sesampainya dipertigaan tidak jauh dari pom bensin, ambil arah lurus menuju Klepu, dari situ kita akan menjumpai petunjuk menuju desa Sidoasri. Perlu diingat, mengingat jalur yang cukup sulit untuk dilalui kendaraan roda empat, akan lebih disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua.

 Sumber Foto : wisatabareng-yuk

Leave a Reply

Your email address will not be published.